FLUKTUASI OKSIGEN TERLARUT DI KAWASAN KARAMBA JARING APUNG DI DANAU MANINJAU DAN HUBUNGANNYA DENGAN KETERSEDIAAN KLOROFIL DAN BAHAN ORGANIK

lukman lukman, Sutrisno Sutrisno, Agus Hamdani

Abstract


Danau Maninjau merupakan salah satu danau di Indonesia yang dimanfaatkan untuk budidaya ikan dengan karamba jaring apung (KJA).  Kegiatan  KJA pada umumnya menjadi  kontroversi antara kebutuhan ekonomi masyarakat dan kelestarian lingkungan,  serta antara target pencapaian produksi ikan dan daya dukung perairan.  Penelitian ini bertujuan mengamati pola distribusi  oksigen terlarut (DO; Disolved Oxygen) di wilayah KJA di Danau Maninjau, dan bagaimana kaitannya dengan kadar organik dan kadar klorofil di dalam air. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada dua periode, yaitu bulan Oktober 2009 dan Maret 2010.   Kondisi kualitas air Danau Maninjau yang cukup nyata adalah tingkat kecerahan  rendah (maksimum <  3,5 m),  kadar klorofil cukup tinggi (0,005 – 0,012 mg/L), kadar Total Phosphor (TP) dan Total Nitroten (TN)  cukup tinggi, yang mencirikan kondisi perairan eutrofik, demikian pula kadar bahan organik total  (TOM; Total Organic Matter) menujukkan kadar yang cukup tinggi. Pola oksigen terlarut harian menunjukkan kondisi yang beragam, dengan kadar DO maksimum antara  pukul 06.00  dan  pukul  18.00  dan  kadar yang relatif aman bagi kehidupan biota hanya sampai kedalaman 5 meter. Fluktuasi harian tersebut tampak bahwa ketersediaan DO sangat dipengaruhi aktivitas fotosintesis.  Kadar DO meskipun tidak secara nyata, tampak menurun dengan bertambahnya kadar bahan organik pada kolom air.

Keywords


Danau Maninjau; Karamba Jaring Apung (KJA); Oksigen terlarut; klorofil a; bahan organik

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


PUBLISHED IN COLLABORATION WITH

Masyarakat Limnologi Indonesia

ABSTRACTED/INDEXED BY

Google Scholar ISJD LIPI Indonesia OneSearch Sinta Indonesia Garuda Indonesia


Copyright &copy 2015-2018, LIMNOTEK. All Rights Reserved. Powered by OJS.