ANALISIS SENSITIVITAS PARAMETER MODEL HBV: STUDI KASUS SUBDAS CITARUM HULU

Siti Masitoh, Bambang Dwi Dasanto

Abstract


Model HBV adalah model konseptual yang memiliki beberapa parameter dalam struktur model. Parameter tersebut sebagian besar adalah parameter yang tidak dapat diukur secara langsung, sehingga penentuan nilai parameter tertentu secara manual dapat menyebabkan ketidakpastian dan kesalahan pada hasil simulasi. Karya tulis ini bertujuan untuk mengidentifikasi sensitivitas parameter dari model HBV dan mengevaluasi hasil model itu. Hal ini dimaksudkan agar penggunaan model HBV selanjutnya akan lebih mudah dalam menganalisis sumber kesalahan pada hasil simulasi. Model HBV  yang disimulasikan pada DAS Citarum Hulu menghasilkan hidrograf aliran dengan kinerja yang cukup baik sebesar 0.63 skala NSE. Walaupun model ini belum baik dalam menggambarkan pendistribusian aliran permukaan. Hal ini terlihat dari ketidakmampuan model dalam menggambarkan debit puncak aliran. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa parameter K0, K1, dan KPerc sangat sensitif terhadap simulasi debit puncak aliran. Selain itu, parameter FC mempengaruhi volume debit total, sedangkan parameter K2 dan Kperc mempengaruhi distribusi aliran permukaan dan aliran dasar. Kata kunci : HBV, debit, parameter, sensitivitas

Keywords


HBV; debit; parameter; sensitivitas

Full Text:

PDF

References


Abebe NA, Odgen FL, Pradhan NR. 2010. Sensitivity and uncertainty analysis of the conceptual HBV rainfall–runoff model: Implications for parameter estimation. Journal of Hidrology, 389 :301-310.

AghaKouchak , Nakhjiri N, dan Habib E. 2013. An educational model for ensemble streamflow simulation and uncertainty analysis. Journal of Hydrology and Earth System Sciences, 7: 445-452.

Asdak C. 2004. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Yogyakarta (ID): Gadjah Mada University Press.

Bappeda Jawa Barat. 2012. Prospektus Pengembangan Metropolitan di Jawa Barat.

BPDAS Citarum-Ciliwung. 2010. Rencana Pengelolaan DAS Terpadu Citarum Hulu. Bogor (ID): Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Pengelolaan. Kementerian Kehutanan.

Bergström S. 1992. The HBV model - its structure and applications. SMHI Reports RH, No. 4: Norrköping.

Hidayat Y, Martilaksono K, Wahjunie ED, Panuju DR. 2013. Pencirian debit aliran Sungai Citarum Hulu. Jurnal Ilmu Pengetahuan Indonesia, 2:109-114.

Ilhamsyah Y, Koem S, Muttaqin AS. 2012. Aplikasi model hidrologi HBV di DAS Peusangan Aceh sebagai studi pengantar pengembangan konsep ekohidrologi berkelanjutan. Jurnal Depik, 1(2):86-92

Lindstrom G et al. 1997. Development and test of the distributed HBV-96 hydrological model. Journal of Hydrology, 201:272-288.

Moriasi DN, Arnold JG, Van Liew MW, Bingner RL, Harmel RD, Veith TL. 2001. Model Evaluation Guidelines For Systematic Quantification Of Accuracy In Watershed Simulations. American Society of Agricultural and Biological Engineers, 20(3):885-900.

Seibert J. 1997. Estimation of parameter uncertainty in the HBV model. Journal Nordic Hydrology, 28:247 – 262.

Wegener T, Camacho LA, Wheater HS. 2002. Dynamic identifiability analysis of the trancient storage model for solute transport in rivers. Journal of Hydroinformatic, 4: 199-211.

Wriedt G dan Rode M. 2006. Investigation of parameter uncertainty and identifiability og the hydrological model WaSiM-ETH. Advances In Geosciences, 9: 145 – 150.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


PUBLISHED IN COLLABORATION WITH

Masyarakat Limnologi Indonesia

ABSTRACTED/INDEXED BY

Google Scholar ISJD LIPI Indonesia OneSearch Sinta Indonesia Garuda Indonesia


Copyright &copy 2015-2018, LIMNOTEK. All Rights Reserved. Powered by OJS.