KEANEKARAGAMAN FITOPLANKTON DI PERAIRAN ESTUARI SEI TERUSAN, KOTA TANJUNGPINANG

Ria Syafriani, Tri Apriadi

Abstract


Penelitian keanekaragaman fitoplankton dan beberapa parameter fisika dan kimia perairan perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi suatu perairan. Penelitian keanekaragaman fitoplankton di perairan estuari Sei Terusan dilakukan pada bulan Desember 2016. Fitoplankton yang ditemukan di perairan Sei Terusan terdiri dari 3 kelas yaitu kelas Dinophyceae, Coscinodiscophyceae, dan Bacillariophyceae. Kelas Dinophyceae terdiri dari Ceratium sp., Protoperidinium sp.,dan Prorocentrum gracile. Kelas Coscinodiscophyceae terdiri dari Coscinodiscus sp., Skeletonema sp., dan Rhizosolenia sp. Kelas Bacillariophyceae terdiri dari Chaetoceros sp., Pleurosigma sp., Cylindrotheca closterium, dan Pseudo-nitzschia sp. Kelimpahan terbesar dari 4 stasiun pengamatan ditemukan pada kelas Dinophyceae yang mendominansi di semua stasiun pengamatan. Indeks keanekaragaman dari 4 stasiun pengamatan adalah 0,052 – 1,872, indeks keanekaragaman ini < 2,306 sehingga termasuk kategori keanekaragaman rendah dan kestabilan komunitas rendah. Indeks keseragaman fitoplankton di 3 stasiun dari 4 stasiun pengamatan cukup rendah berkisar 0,032 – 0,050 dengan indeks dominansi 0,975 – 0,986. Dengan rendahnya indeks keseragaman menyebabkan adanya dominansi spesies tertentu dan menunjukkan adanya tekanan ekologis perairan. Ceratium sp. dari kelas Dinophyceae mendominansi di semua stasiun pengamatan.

Phytoplankton diversity research and some physical and chemical parameters of waters needs to be done to determine the condition of a body of water. Phytoplankton diversity research in waters of the Sei Terusan estuarine was conducted in December 2016. Phytoplankton were found in the waters of the Sei Terusan consists of three classes, namely Dinophyceae, Coscinodiscophyceae, and Bacillariophyceae. Dinophyceae class were consisted of Ceratium sp., Protoperidinium sp., and Prorocentrum gracile. Coscinodiscophyceae class consists of Coscinodiscus sp., Skeletonema sp., and Rhizosolenia sp. Bacillariophyceae class consists of Chaetoceros sp., Pleurosigma sp., Cylindrotheca Closterium, and Pseudo-Nitzschia sp. The higest phytoplankton abundance were found in Dinophyceae that dominated at all observation stations. Shannon Diversity indice of four observation stations was 0.052-1.872, this diversity indice < 2.306 thus categorized low diversity and community stability was low. Eveness indice of phytoplankton in three stations of four observation stations was low enough ranged from 0.032-0.050 with dominance index from 0.975- 0.986. The low Eveness indice due to dominance of certain species and indicate their ecological pressure waters. Ceratium sp. (Dinophyceae) was dominate at all observation stations.

 


Keywords


fitoplankton, keanekaragaman, Sei Terusan, Tanjungpinang

Full Text:

74-82 PDF

References


APHA (American Public Health Association). 2005. Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater, 22nd Edition. Editor E.W., Rice R.B., Baird A.D., Eaton L.S. (eds). Clesceri. American Public Health Association, Virginia.

Basmi J. 1995. Produksi Primer. Fakultas Perikanan IPB, Bogor.

BPS (Badan Pusat Statistik). 2015. Statistik Kecamatan Tanjungpinang Kota Tahun 2015. Katalog BPS: 1101002.2172030. Kota Tanjungpinang.

Choirun A, Sari SHJ, Iranawati F. 2015. Identifikasi Fitoplankton Spesies Harmfull Algae Bloom (HAB) Saat Kondisi Pasang di Perairan Pesisir Brondong, Lamongan, Jawa Timur. Torani (Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan), 25 (2), 58-66.

Delis PC. 2012. Struktur Komunitas Fitoplankton di Perairan Estuari Mayangan, Jawa Barat. Skripsi. Institut Pertanian Bogor.

Dianthani D. 2003. Identifikasi Jenis Plankton di Perairan Muara Badak Kalimantan Timur. Institut Pertanian Bogor.

Effendi H. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Kanisius. Yogyakarta.

Hasnawati. 2014. Bahan Ajar Pengelolaan Kualitas Air. Sekolah Usaha Perikanan Menengah Pontianak. Pontianak.

Nontji A. 2007. Laut Nusantara. Penerbit Djambatan. Jakarta.

Nontji A. 2008. Plankton Laut. LIPI Press. Jakarta.

Mujib,AS, Damar A, Wardiatno Y. 2015.Distribusi Spasial Temporal Dinoflagellata serta Pengelolaannya di Pesisir Makassar, Sulawesi Selatan. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 7 (2), 479-492.

Odum EP. 1993. Dasar-dasar Ekologi Edisi Ketiga. Penerjemah Samingan T, Editor Srigando. Gadjah Mada University Press.Yogyakarta. 697 hal.

Pratiwi, R.A. 2013.Analisis Kandungan Logam Berat Pb dan Cd terhadap Lamun (Enhalus acoroides) sebagai Bioindikator di Perairan Tanjung Lanjut Kota Tanjungpinang. Fakultas Kelautan dan Perikanan. Universitas Maritim Raja Ali Haji.

Susana T. 2009. Tingkat Keasaman (pH) dan Oksigen Terlarut sebagai Indikator Kualitas Perairan Sekitar Muara Sungai Cisadane. Jurnal Teknologi Lingkungan, 5 (2), 33-39.

Wicaksana, R. Vendhi. 2014. Struktur Komunitas Padang Lamun di Perairan Tanjung Lanjut Kota Tanjungpinang. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Maritim Raja Ali Haji.

Wulandari DY. 2011. Distribusi Spasial Fitoplankton di Perairan Selat Bali. Skripsi. Institut Pertanian Bogor.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


PUBLISHED IN COLLABORATION WITH

Masyarakat Limnologi Indonesia

ABSTRACTED/INDEXED BY

Google Scholar ISJD LIPI Indonesia OneSearch


Copyright © 2015-2018, LIMNOTEK. All Rights Reserved. Powered by OJS.